5 Uji Coba Pengaturan Cuaca Yang Paling Dirahasiakan

Harunup.com - Cuaca di sebuah negara atau kota dapat terus berubah-ubah dalam durasi waktu yang singkat. Cuaca tentunya tidak gampang untuk di prediksi, meskipun banyak pihak yang mencoba memprediksi cuaca seperti BMKG, tetapi tidak seluruh perkiraan itu bisa benar seratus persen.

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat membuat aktivitas seseorang terganggu, ada beberapa uji coba pengaturan cuaca yang dilakukan secara rahasia karena alasan tertentu. Berikut kami akan berbagi pengetahuan tentang Uji Coba Pengaturan Cuaca Yang Paling Dirahasiakan.

Uji Coba Pengaturan Cuaca Yang Paling Dirahasiakan


1. HAARP

HAARP

Meskipun tidak didesain sebagai program modifikasi cuaca secara resmi, program HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) menyebabkan berkembangnya banyak teori konspirasi tentang pengaturan cuaca. Dipercayai bahwa proyek ini yang menyebabkan terjadinya bencana berupa tornado, badai hingga gempa bumi dan tsunami. Program yang dijalankan bersama antara Angkatan Udara Amerika, Angkatan Laut Amerika, Universitas Alaska, dan DARPA – yang terkenal keji- mendirikan susunan berupa 180 antena di daerah seluas 33 acre. Yang mengirim radio signal berfrekuensi tinggi langsung menuju ke ionosfer bumi untuk menginvestigasi kandungan ionosfer dan pengamatan terhadap apa yan terjadi di dalamnya. Tetapi apakah benar mereka ada misi tersembunyi di baliknya? Uni Eropa menyatakan bahwa proyek ini menjadi perhatian global dan mengesahkan resolusi yang bertujuan meminta informasi lebih detil tentang resiko yang akan terjadi di dalamnya.

2. Operation Popeye (Operasi Popeye)


Operation Popeye (Operasi Popeye)

Bertugas pada umumnya sebagai pengawas kondisi cuaca untuk melaksanakan perang, Squadron 54 - Pengintaian Cuaca Amerika Serikat, melaksanakan peran spesial selama berlangsungnya Perang Vietnam. Sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Popeye, Squadron melaksanakan uji coba rahasia untuk meningkatkan kuantitas air hujan yang turun untuk memperlambat pergerakan musuh. Dimulai pada bulan Maret 1967 dan berlanjut tiap musim hujan sampai pada tahun 1972. Tiga Pesawat Udara C-130 dan dua Phantom F-4C menyemai awan buatan di atas wilayah Laos dengan Iodin Perak dua kali sehari. Memperpanjang musim hujan di area yang disemai hingga mencapai rata-rata 30 sampai 45 hari.

3. Esso Oil

Esso Oil

Pada dekade 1960an, perusahaan Esso Oil mengusulkan sebuah rencana untuk melapisi dengan aspal di sebuah area sebesar 20 meter persegi di Semenanjung Paraguana yang terletak di Venezuela. Didasarkan teori karena panas yang dihasilkan dari aspal hitam akan dapat membentuk “gunung panas” dari kenaikan suhu udara. Lalu akan menyebabkan terbentuknya formasi awan kumulus yang akan memproduksi hujan. Namun pada akhirnya proyek ini dibatalkan oleh Pemerintah Venezuela, yang mencurigai bahwa proyek ini hanya kedok dari Esso Oil untuk membersihkan aspal dari kilang minyak mereka tanpa membayar pajak ekspor.

4. Project Cirrus

Project Cirrus

Uji coba paling awal untuk memodifikasi badai diluncurkan pada Bulan Oktober 1947 , dan hal ini dilakukan atas kolaborasi antara Perusahaan General Electric (GE) , Angkatan Darat Amerika, Angkatan Laut Amerika, dan Angkatan Udara Amerika. Irving Langmuir, ilmuwan yang bekerja di GE, menyatakan bahwa menyemai pusat dari sebuah badai dengan dry ice (karbondioksida beku/padat) atau dengan Iodin Perak akan melemahkan badai itu. Untuk membuktikan kebenaran teori itu, Pesawat B-17 milik Angkatan Laut Amerika menjatuhkan 40 kg dry ice yang sudah tertumbuk ke dalam sebuah badai yang pergi menjauh dari Pesisir Florida. Tanpa pernah diduga sebelumnya tiba-tiba badai itu semakin menguat dan berubah arah, mendarat di Savannah-Georgia, dan menyebabkan kerugian sebesar 34 juta dollar. Meskipun tidak ada bukti nyata bahwa Project Cirrus memberikan dampak berarti terhadap badai, tetapi ancaman dari tindakan hukum yang akan dilayangkan menyebabkan penelitian selanjutnya tidak dilakukan hingga mencapai 11 tahun lamanya.

5. Sonic Booms (Ledakan Suara)

Sonic Booms

Pada tahun 1998, seorang Profesor dari Universitas Akron di Ohio, mematenkan metode untuk memecah badai dengan menggunakan ledakan suara. Metode ini dilaksanakan dengan dengan penggunaan Pesawat Tempur F-4 terbang di pusat badai dengan kekuatan 1,5 Mach , lalu menciptakan bom supersonik yang dapat memutar balik arah perputaran badai, dan dapat mengacaukan aliran yang menuju keatas dari udara hangat yang menyebabkan badai itu tercipta. Metode ini belum diuji coba hingga saat ini, tetapi seorang ilmuwan terkemuka meragukan ide ini, menyamakannya dengan “berteriak di dalam angin”.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel