Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keren! Ini Kata Najwa Shihab Mengenai Putri Sumatera Barat yang Salah Menyebutkan Pancasila

Content

    Baru-baru ini heboh mengenai salah satu finalis Putri Indonesia yaitu Putri Sumatera Barat, Kalista Iskandar yang salah dan ter bata-bata saat menjawab pertanyaan dari Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengenai isi Pancasila. Saat salah tersebut Kalista Iskandar langsung ramai di soraki oleh penonton di studio maupun melalui laman instagramnya. Tetapi tak sedikit yang membela, salah satunya adalah Najwa Shibab, founder Narasi TV.

    Melalui laman Instagram nya, Najwa Shibab berbicara mengenai ini:

    Ramai mengenai persoalan Puteri Sumatera Barat Kalista Iskandar yang salah menyebutkan isi Pancasila pada saat memberikan jawaban atas pertanyaan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Najwa shihab mengatakan dia jadi teringat pengalaman siaran langsung pertama kali di Televisi. Luar biasa sangat gugup. ia sampai salah menyebut diri sendiri. Bayangkan, pertama kali muncul di televisi tapi memperkenalkan diri bukan sebagai Najwa Shihab melainkan orang lain.

    Waktu itu Nana juga pernah sedang meliput bencana tsunami di Aceh, karena situasi yang sangat sulit saya sampai salah menyebut Kota Calang menjadu Calung. Saat itu saya langsung di hampiri oleh bapak-bapak sambil menangis, karena Bapak tersebut masih menunggu kabar dari kota tersebut.

    Jadi saya bisa menyimpulkan bahwa Kalista Iskandar malam tadi pasti berkali kali lipat lebih gugup dari saya. Apalagi hanya diberi waktu 30 detik untuk menjawab pertanyaan tersebut dan disaksikan beribu-ribu penonton saat itu.

    Pertanyaan yang diajukan kepada Kalista Iskandar itu merupakan pertanyaan hafalan, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo juga pernah mengalami situasi tersebut. Dulu saat pelantikan nya menjadi Ketua DPR, Bambang Soesatyo juga sempat salah mengucapkan sumpah, bahkan sampai 3 kali.

    We are humans after all.

    Pernyataan tersebut langsung di apresiasi oleh pengguna instagram salah satunya Wakil Gubernur Jawa Timur ,Emil Elestianto Dardak. Thank you atas perspektifnya yang sangat menyejukkan,we are humans after all"