Pengertian Repository dan Fungsinya

Repository atau REPO sering kita temukan pada Linux, bagi anda pengguna Linux pasti tidak asing dengan kata Repository atau REPO.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Repository ini, mulai dari pengertian serta fungsinya.

Pengertian Repository

Repository adalah suatu paket aplikasi distribusi pada Linux. Pada Repository Linux terdapat berbagai macam aplikasi yang terdapat di dalamnya. Repository bisa juga disebut sebagai  kumpulan aplikasi Linux.

Bagi para programming, Repository merupakan kumpulan file yang memiliki penyimpanan secara sentral, yang digunakan oleh sistem operasi untuk menunjang kinerja sebuah aplikasi atau program. Repository ini didapatkan dari sebuah Server Mirror dari website paket tersebut.

Repository dapat dikonfigurasi pada mesin lokal untuk satu pengguna, biasanya disimpan pada server yang dapat diakses oleh banyak pengguna.

Elemen-elemen Repository

Repository memiliki tiga elemen utama, yaitu Branch, Trunk dan Tag. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Branch
Branch digunakan untuk menyimpan file versi terbaru dari sebuah program. Pengguna atau pengembang dapat membuat cabang baru setiap kali dia membuat revisi besar pada program. Jika pada Branch terdapat perubahan yang tidak diinginkan, anda dapat menghapusnya.

2. Trunk
Trunk berfungsi untuk menunjukan versi terbaru dari proyek perangkat lunak, Trunk berisi kode serta sumber daya yang digunakan oleh program pada suatu software.

3. Tag
Tag digunakan untuk menyimpan versi proyek, tetapi tidak dimaksudkan untuk pengembangan aktif. Misalnya, pengembang dapat membuat "tag rilis" setiap kali versi baru perangkat lunak keluarkan.

Fungsi Repository

Sebuah repository menyediakan cara terstruktur bagi programmer untuk menyimpan file pengembangan. Ini dapat membantu untuk semua jenis pengembangan perangkat lunak, tetapi ini sangat penting untuk proyek-proyek pembangunan besar.

Dengan melakukan perubahan pada repositori, pengembang dapat dengan cepat kembali ke versi program sebelumnya jika pembaruan terkini menyebabkan bug atau masalah lainnya.

Banyak sistem kontrol mendukung perbandingan dari berbagai versi file yang disimpan dalam repositori, yang dapat membantu untuk debug kode sumber.

Pengertian Repository menggaju pada tempat penyimpanan data dan pemeliharaan data. Repositori dapat menjadi tempat di mana banyak basis data atau file ditempatkan untuk distribusi melalui jaringan, atau repositori dapat menjadi lokasi yang dapat diakses langsung oleh pengguna tanpa harus melakukan perjalanan di seluruh jaringan.

Dalam sistem pengembangan CASE, database informasi tentang perangkat lunak, termasuk elemen data, proses, input, output dan hubungan timbal balik. Sistem CASE menggunakan repositori untuk mengidentifikasi objek dan aturan untuk digunakan kembali. Sumber: infommda.xyz

Itulah, sedikit penjelasan mengenai repository. Jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan. Sekian terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel